Perkembangan Pesantren Dengan Sistem Pendidikannya
Pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan keagamaan yang mengajarkan, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu agama islam dan eksistensinya di Indonesia sudah lama dan pengaruhnya terhadap masyarakat terutama pedesaan sangat kuat.
Pesantren memiliki kekhasan tersendiri dibanding lembaga pendidikan lainnya. salah satu kekhasannya yaitu memiliki unsur pondok ("funduk" dalam bahasa arab) yang artinya hotel atau asrama yang berfungsi sebagai tempat tinggal santri di sekitar rumah kyai atau masjid.
Kata pesantren sendiri terambil dari kata santri, kemudian mendapat awalan pe- dan akhiran –an sehingga menjadi kata pe-santri-an, kemudian berubah menjadi pesantren yang berarti tempat santri. Sedangkan kata santri sendiri berasal dari kata shastra (i) dari bahasa Tamil (India) yang berarti ahli buku suci (Hindu)
Sebagai institusi pendidikan Islam tradisional, pesantren sudah sejak lama survive dalam sejarah perkembangan pendidikan Indonesia. Ia telah terbukti banyak memberi sumbangan bagi upaya mewujudkan idealisme pendidikan nasional, yang bukan sekedar hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (human resource) pada aspek penguasaan sains dan tekhnologi dan sich, melainkan juga lebih concern dalam mencetak warga negara Indonesia yang memiliki ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terutama dalam memupuk generasi yang bermoral baik (akhlaq al-karimah).
Dalam eksistensinya, pesantren pada umumnya bersifat mandiri dan tidak tergantung pada pemerintah atau kekuasaan yang ada. Dengan sifat kemandiriannya inilah pesantren bisa memegang teguh kemurniannya sebagai lembaga pendidikan Islam. Pesantren pun tidak mudah disusupi oleh aliran atau paham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Sedikitnya ada tiga unsur utama penopang eksis dan tidaknya pesantren dalam pendidikan, yaitu kiai sebagai pendidik sekaligus pemilik pondok dan para santri, kurikulum pondok pesantren, dan sarana peribadatan serta pendidikan, seperti masjid, rumah kiai, pondok, madrasah, dan bengkel-bengkel keterampilan. Unsur-unsur tersebut mewujud dalam bentuk kegiatannya yang terangkum dalam Tridharma Pondok Pesantren, yaitu pembinaan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, pengembangan keilmuan dan keahlian yang bermanfaat, serta pengabdian pada agama, masyarakat, dan negara.
Design kurikulum di pesantren telah teruji dalam sejarah sehingga para santri harus seyakin-yakinnya bahwa apapun yang dipelajari akan sangat bermanfaat, setelah terjun di tengah masyarakat kelak, semua kegiatan ekstrakulikuler yang ada di lingkungan pesantren akan dapat menunjang kesuksesan hidup di masyarakat kelak.
Akan tetapi, semua itu tergantung pada santri sendiri. Santri merupakan cikal bakal ulama, dimanapun dia belajar, dipondok apapun ia menyantren. ketulusan, keikhlasan, kesederhanaan dan kesungguhanlah yang mereka bawa. Kecerdasan tidak selalu membuahkan kesuksesan, kesuksesan merupakan buah dan besarnya kesadaran santri sendiri untuk mengikuti semua kegiatan dengan tekun dan memaknai arti dari kegiatan tersebut. Ketaatasn santri kepada kiyai, ustadz atau pembimbing menurut Imam Ghazali akan mendatangkan berkah tersendiri bagi santri. Hal tersebut terlihat dari ilmu yang dipelajari akan menjadi ilmu yang bermanfa'at di tengah masyarakat kelak, sehingga kesantriannya di akui.
Di antara indikator ilmu yang kalau mengajar di dengar oleh murid, kalau berceramah di kagumi pendengar, kalau menulis artikel disenangi pembaca, kalau memimpin dihormati oleh anggota. Oleh karenanya segala perasaan tidak senang, kebencian dan pelecehan pada bapak kiyai atau para ustadz harus dihapuskan dari lubuk santri, jika menginginkan hidup sukses dan dapat mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat
Kini perkembangan pesantren dengan sistem pendidikannya mampu menyejajarkan diri dengan pendidikan pada umumnya. Bahkan di pesantren dibuka sekolah umum (selain madrasah) sebagaimana layaknya pendidikan umum lainnya. Kedua model pendidikan (sekolah dan madrasah) sama-sama berkembang di pesantren.
Kenyataan ini menjadi aset yang luar biasa baik bagi perkembangan pendidikan pesantren maupun pendidikan nasional pada masa yang akan datang. Dari sana diharapkan tumbuh kaum intelektual yang berwawasan luas dengan landasan spiritual yang kuat. Dan dari itu semualah yang membuat pesantren berpengalaman dalam membina, mencerdaskan, dan mengembangkan masyarakat.
0 Response to "Perkembangan Pesantren Dengan Sistem Pendidikannya"
Posting Komentar