KISAH NYATA DARI JEPANG
JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG KITA KASIHI
Kawan, sebelumnya kuhaturkan berjuta maaf. bila ada kata yang salah, atau konotasi yang tidak mengenakkan. bukan maksud hati menyinggung perasaan, hanya niat tuk menulis kembali cerita lama, cerita tentang kita di itqan tercinta.
Karena bagaimanapun, masih tersimpan di memori otakku bagaimana kita bersusah payah menggotong mading besar dari darul hijroh lantai 3. sebelum esok harinya kita tersenyum bangga ketika para santri berkerumun membaca karya hebat kita “ the giant megazine”. atau saat-saat kita memutar otak untuk memberikan alasan yang tepat untuk para mudabbir kita karena kita melewatkan saat mahkamah di rayon demi menghadiri suasana maghrib yang ramai di tunis lantai 2. diskusi, debat, mentoring, dsb, yang pada akhirnya itu semua mengajari kita unntuk berpikir sistematis dan maju. kalau pengalamanku yang tak terlupakan tentu saja saat mengendap-endap di kamar mandi sambil memantau keadaan rayon dari jauh setiap malam selesai mengerjakan tugas di itqan, pernah suatu kali aku sial dan harus berhadapan dengan ilen jatmika, ha ha. penduduk saudi ½ tentu familiar dengan nama ini. namun yang selalu membuatku ngakak adalah saat tampang polos halim dibangunkan ditengah tidurnya yang lelap oleh orang yang satu ini. menggelikan
Salam seonggok paragraph ini kucoba tuk bertutur, tentang siapa diri kita. dengan keunikan dan kekhasannya. karena aku merindukan kalian semua kawan, entah kapan kita bisa berkumpul bersama lagi, seperti yang dulu.
Tulisan ini hanyalah perspektif sempit dari seorang kurniawan, yang pengetahuannya terbatas dan belum terkembang luas. maka bila semua ini tak berkenan, sudilah kiranya untuk memeklumi, atau mengkoreksi barangkali. dengan sebuah tulisan yang lebih berarti. agar blog kita ini menjadi ramai dan terisi. meskipun kutahu teman, kalian telah hidup di dunia kalian sekarang. dengan kesibukan dan aktifitas yang tentu saja harus diprioritaskan. namun kata orang, bila hati telah terikat, sudilah kiranya tuk menyumbangkan tulisan walau sekerat, atau setidaknya tuk mampir sebentar melihat.ingat kawan, tubuh kita hanya akan bertahan puluhan tahun lamanya, namun tulisanlah yang menjadikan orang-orang besar abadi namanya.
1. Aqdi Rofiq asnawi
The pious, begitu ku menyebutnnya. sosok penuh wibawa yang begitu mempesona dengan ketenangannya. ia adalah ketua Ulba, dan juga islamadina. kemampuan menulisnya luar biasa. jujur saja, ia selalu menjadi sainganku di manapun kami bersama, di Itqan maupun dikelas, ha ha, tetapi persaingan yang sehat lo. aku berharap nanti bisa berkompetisi lagi dengannya di mesir, atau dia lebih memilih madinah barangkali. saat ini memanfaatkan waktu menunggunya dengan mengabdikan ilmunya kepada anak-anak didik di gontor 1.
2. Farhan Hidayat
Sang kader Ulba, ialah yang paling banyak mengenyam ilmu di itqan. ia yang paling awal memasuki dunia ini dan juga menjadi pengurus dalam. Sosok murah senyum ini kujuluki “ the sleep giant” karena potensi besar yang dimilikinya. Kini larut dalam aktifitas kuliahnya di kota kembang.
3. Tengku Rusydi Khair
Mirip sepertiku, dalam ketenangan penampilannya sebenarnya tersimban ambisi besar, semangat yang membara, dan tentu saja emosi yang meluap-luap khas seorang pemberontak, ha ha. pengetahuannyapun luas dengan tingkat intelektualitas yang mengagumkan. kami mungkin hanya berbeda jalan, kini ia bahkan telah mampu tuk memulai langkahnya untuk mandiri. bisa dibilang sukses bagi orang yang mengadu peruntungan di kota besar seperti jakarta. bekerja di penerbit tentunya bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan. Julukannya, emm, mungkin “the rusher” paling tepat, karena ia adalah seorang yang selalu berlari mengejar impiannya.
4. Abdul Halim Wicaksono
The saviour, ya, dialah sang penyelamat. Karena dialah yang bekerja paling keras dan konsisten memperjuangkan Al hamra dan Ulba ketika kami mulai terlena dalam posisi enak kami di OPPM.tak banyak bicara namun selalu membuktikan diri dengan hasil kerja yang memukau. Double tumb for him. Ada lagi, pekerja keras, kreatif dan pantang menyerah.
5. Shodiq Adi Winarko
Salah satu sahabat terbaikku, kami menjalani masa-masa al hamra ulba bersama-sama. kusebut “the atom” karena ia bisa saja membelalakkan semua mata dengan prestasinya, sedikit kesulitan menemukan ritme dan saat yang tepat. Berkemauan keras, optimis, dan beriak keras meski tenang di permukaan. Sama sepertiku, ia adalah air.
6 Muhammad Ali Irsyad
Ialah yang selalu mencairkan suasana dengan gaya dan kata-katanya, dia juga yang bisa menyatukan perbedaan sifat dan sikap diantara kami, semua karena dialah yang paling bisa memahami dan bisa dipahami orang lain ditengah perbedaan yang terkadang membuat susana diantara kami menjadi memanas. The Freshmaker, mungkin itulah trade marknya. Periang, meski terkadang menjengkelkan juga, ha ha. ia juga seorang yang kreatif dan seperti kami kebanyakan, pekerja keras.
7. Muhammad Iqbal anam
sporty dan confident adalah kata yang kuajukan jika harus mengekspresikannya dalam dua kata. Aku tak habis pikir bagaimana bisa logat tegal khasnya kini berubah menjadi logat jawa timuran khas surabaya, mungkin karena kini ia menikmati hidup sebagai seolah mahanya para siswa dikota pahlawan terrsebut. Ia seorang yang percaya diri dengan kemampuannya , namun ia adalah pribadi yang mau belajar dan itu sangat membantunya, kebulatan tekadnyalah yang menjadikannya demikian. ia juga Ice breaker selain Ali irsyad.
8. Toni Rahman
Mungkin ia adalah yang paling kritis diantara kami semua, disamping Edy saputro tentunya. pendiriannya yang kuat pada akhirnya memisahkan kami dengannya, ia tampak mantap dengan keputusannya untuk pindah pada kelas 5. kini duduk di semester 6 UMY, aku amat merindukan saat-saat berharga bertukar pikiran dengannya, atau detik-detik aku harus berfikir keras untuk menimpali alasan-alasan hebatnya. seorang diskusan dan debater yang amat baik, ngomong-ngomong kapan kita ketemu lagi ton?. Julukan yang tepat, emm, the critic.
9. Muhammad Edy Saputro
Arek malang ini tak akan berhenti bertanya bila rasa ingin tahunya belum terpenuhi, dan jika pertanyaannya belum ditimpali dengan jawaban yang bisa ia terima dengan akalnya. Aku salut dengan sifat carelessnya saat bertanya meskipun seluruh isi ruangan menggerutu. Ketua rayon indonesia 1/1 ( rayonku juga lo) ini seorang kutu buku. pribadinya calm, yakin dengan pilihannya dan rajin. Dalam prespektifku, dia punya brand : The Question Machine.
10. Aku
Moody, mungkin itu kata yang tepat untuk melukiskan seorang Kurniawan Dwi saputra. Dia tampak begitu berperan dan menikmati perannya di al hamra dan Ulba, namun hilang dari perrmukaan di kelas 5 dan 6, katanya sih sibuk. Kecerobohannya membuatnya membuang keahlian menulisnya entah kemana, yang sekarang mencoba tuk ditemukannya kembali dengan susah payah pastinya. Setelah mengalami kejadian yang paling berpengaruh dalam hidupnya, ia sedikit belajar tuk mengubah moodnya. Kalau dalam sepakbola, ia kini bukan lagi gelandang yang selalu menunggu bola, ia telah belajar bagaimana tuk menjadi penjemput bola yang baik. Aku selau menyebutnya “the great” ha ha, karena ia adalah diriku sendiri.
Yang lain, super duper sorry deh, bukannya tak menghargai kehadiranmu sobat. namun aku kekurangan kata-kata tuk mengungkapkannya. Aku takut salah tuk berekspresi. sebenarnya ini juga dibuat terlalu terburu-buru. Hanya sekedar tulis tanpa riset yang akurat, karenanyalah aku membutuhkan kritik saran dan masukan. Mungkin anda bisa mendeskripsikan anda sendiri kemuadian aku bisa merangkai kalimatnya. Karena aku ingin menerbitkan inni secepatnya di blog kita tercinta, karena telah lama blog kita ini dahaga akan kreatifitas kita semua.
Dariku untuk kalian yang selalu kukenang dihatiku, orang-orang yang selalu berfikir.
Setulusnya diriku
Kurniawan Dwi Saputra